Friday, December 16, 2011

Sejarah Tokoh Mickey Mouse


MICKEY Mouse, karakter kartun tikus yang diciptakan Walt Disney pada 1928.


Mickey Mouse pernah beraudiensi dengan setiap Presiden Amerika Serikat sejak zaman Presiden Truman, kecuali Lyndon Johnson, dan dia satu-satunya tokoh kartun yang mendapat tempat di walk of fame di Hollywood.

Mickey Mouse, tikus berbusana rapi, merupakan salah satu wajah yang paling mudah dikenal di dunia dan menjadi jantung industri Disney yang bernilai miliaran dollar berkat film, komik, acara televisi, dan theme park.
  

Meski kini dia telah menginjak usia 83 tahun, Mickey Mouse belum akan memasuki masa pensiun. Bahkan, baru-baru ini dia ikut terjun ke era internet dengan munculnya situs internet Disney yang diluncurkan di Rusia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Tak ada acara khusus diselenggarakan bagi tokoh kartun favorit dunia berupa bintang pengerat itu di AS, kendatipun seorang wanita di Seattle mengadakan pesta untuk dirinya sendiri dan Mickey karena kebetulan hari ulang tahun mereka jatuh pada hari yang sama.

Mickey melakukan debutnya di layar perak dalam film bertajuk "Steamboat Willie" pada 18 November 1929, beberapa bulan setelah Walt Disney dan para karyawannya mengajukan konsep tersebut menyusul diambilnya tokoh kartun sebelumnya, Oswald, Si Kelinci Yang Berbahagia, oleh perusahaan lainnya dalam perselisihan trademark.
       
Disney sebelumnya ingin memberi nama kreasinya Mortimer, namun mengubah namanya menjadi Mickey atas saran istrinya. Mickey menjadi mahabintang pada tahun-tahun berlangsungnya periode Depresi Besar dan selama dua dekade tampil dalam puluhan film pendek sebelum menjadi merchandise dan cap dagang yang kini menjadi bagian penting bisnis hiburan.

Kebintangan Mickey yang bertahan lama merupakan suatu yang mengejutkan, mengingat peran utamanya dalam film berakhir pada 1952. Masa kebintangannya yang bertahan lama itu tak lepas berkat berbagai saluran televisi kabel Disney di seluruh dunia dan karena perannya sebagai simbol perusahaan dari konglomerat tersebut.

2 comments: