Saturday, June 2, 2012

He is My First Love

            
            Cinta pertama adalah dia yang mengajarkanku tentang mencintai dan dicintai. Memberi kesan indah terhadap cinta.
Cara terbaik dalam memaknai arti cinta adalah dengan memberi. Cinta tidak datang karena manusia saling menerima. Itu ada karena manusia pertama-tama saling memberi, dan akhirnya terbentuklah kata cinta. Selain memberi, cinta juga memiliki arti di sisi tergelapnya, yaitu memaafkan. Sesungguhnya ini adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia ketika harus memberi maaf. Walau itu harus dilakukan, walau itu harus dimaknai.

       Pagi itu 18 Agustus 2011 aku harus sudah sampai di kampus baru ku jam setengah 7 untuk menjalankan ospek. Aku sendiri, belum ada seorangpun yang aku kenal didalam barisanku itu. Beberapa jam acara berlangsung, kami mulai berkenalan satu sama lain sesama jurusan. Waktu itu aku hanya berkenalan dengan anak anak perempuan saja. Aku berada di kelompok KOMB 1.
       Setelah Ospek selesai, aku diajak untuk sharing sharing dengan kakak kakak dari Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer, akupun ikut diskusi bersama mereka selama 1 jam. Diasana kita tanya jawab, berkenalan, sharing sharing. Setelah itu aku pulang karena takut kesorean, karena kondisinya saat itu di bulan Ramadhan, aku mau berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

Sesampainya dirumah, ada beberapa pesan singkat masuk, salah satunya dari nomer yang tidak aku kenal, dengan jutek aku tanya dia siapa, tau nomer ku dari mana. Dan dia kenalkan namanya, RENO AGUSTA nama nya (RERE panggilannya). Dia sekelas denganku, cukup sering dia sms aku, dia juga sempat menanyakan alamat Facebook ku, dia add aku dan aku langsung mengconfirm permintaan pertemanannya. Secara tidak sadar, aku liat liat info dia, aku liat foto foto dia, aku like FansPage Band dia, dan aku baca statusnya. Gatau kenapa, rasanya kepengen sekali untuk mencari tau dia seperti apa.


Hari hari pun berjalan seiring berputarnya waktu, sampai tiba saatnya aku masuk perkuliahan pertama. Pagi itu aku sangat ingin sekali melihat langsung seperti apa sosok Reno, karena pada saat ospek akuu tidak memperhatikan dia yang mana. Saat tiba waktu perkenalan antar mahasiswa di kelas, kami maju kedepan kelas satu persatu untuk memperkenalkan nama, nama panggilan, asal sekolah dan tempat tinggal. Saat dia maju dan memperkenalkan diri, dengan refleks aku berkata “ ooohhhh, ternyata ini yang namanya Reno J” . ini kesan pertama saat aku melihat dia.

Setiap hari kita belajar menerima materi yang sama (ya, karena kita sekelas). Setiap istrahat atau dia sedang di luar kelas bersama teman yang lain, dia selalu pesan ke aku “ kalo ada dosen, sms yaa...” kata kata itu selalu ada setiap dia keluar kelas, dan hanya berpesan kepada ku (masa sih? Geer gak sih? :D).
Walaupun kita satu kelas, sering sms’an, tapi kita tidak pernah ngobrol atau duduk bareng untuk hanya sekedar bercanda seperti dengan anak anak lainnya, kita cenderung seperti orang tidak kenal. Aku pernah berkata dalam hati “ yah dia berani nya di sms doang, pengen banget padahal ngobrol ngobrol deket kaya di sms “ tapi aku gak memusingkan hal itu. Aku tetep seneng bisa kenal dan dekat dengan dia walau hanya di sms. Setidaknya dia selalu ada mengisi kesepianku.

       Mungkin dia merasa kurang enak kalau terlalu dekat denganku, karena posisinya saat itu aku punya pacar, pacar yang Cuma ada kabar 1 bulan sekali L. Walaupun aku punya pacar, tapi aku tidak pernah merasakan indahnya dicintai dan mencintai, cape batin punya hubungan dengannya, aku selalu berusaha menyudahi hubungan itu, tapi dia selalu bilang “aku gabisa kehilangan kamu” tapi dia selalu sia siain aku, seakan dia hanya memanfaatkanku.

       Sejak kehadiran Rere, aku kehilangan rasa kesepian ku, dia selalu bisa buat aku tertawa (yaa walaupun hanya di sms). Setiap pulang kuliah, dia selalu sms, menemani aku dalam perjalanan pulang. Setiap malam dia bercerita, bercanda di setiap sms nya. Aku nyaman, aku tenang setiap dia kasih aku kabar padahal dia bukan siapa siapa dari hidupku, dia hanya teman, yaa teman sekelasku.

Pertama kali dia mengajakku ngobrol berdua empat mata yaitu saat aku habis nangis karena sahabatku, dia berusaha menenangkan aku, moment singkat itu adalah hal yang paling tidak bisa aku lupakan, karena dia laki laki pertama dalam hidup aku yang bisa menenangkan aku dan membuat aku senyum saat aku sedang sedih.
Setelah moment itu, dia menawarkan diri untuk mengajakku berangkat kuliah bareng. Saat itu aku merasa senang gak karuan layaknya seseorang menang undian. Esoknya dia menungguku di suatu tempat, karena hari itu kita berencana untuk berangkat bareng dan pulang bareng. Aku pun menghampiri dia yang sedang kepanasan menungguku, karena malu aku hanya berkata dalam hati “maaf yaa lek, kepanasan nungguin gue kelamaan L” aku salting, aku bingung mau memulai pembicaraan darimana. Di perjalanan kita hanya ngobrol ringan tentang masalah yang aku alami kemarin, kami sama sama tak banyak bicara. Aku grogi, malu, salting, deg degan, bahagia.

Sorenya setelah istirahat, aku kaget saat melihat HP ada sms dari pacar ku yang sudah sebulan menghilang tanpa kabar, tiba tiba dia sms “yank, kamu pulang jam berapa hari ini? Aku jemput !”
“Oh My God !!!!!  apa apaan ini” (ucapku terkejut membaca pesan itu). Aku mau pulang bareng rere, tapi mana bisa aku cegah pacarku itu untuk tidak menjemputku. Dengan berat hati, aku bilang ke Rere kalau aku di jemput. Aku merasa gaenak banget sama Rere saat itu, aku pun merasa aku ini seperti perempuan pemain laki laki, berangkat sama siapa, pulangnya sama siapa. Saat menunggu mr.v datang, rere 2 kali lewat di depan ku, dan dia masih sempet bilang “Hati hati yaa lek..” saat itu jantungkku berdetak lebih cepat, perasaanku tidak karuan, rasanya ingin menangis dan memeluk Rere sambil berkata “Lek, maafin gueeee....... maaaafffffff.......”

Sore itu aku benar benar merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, aku ingin sekali melepaskan diri dari laki laki cuek misterius itu (Mr.V). aku sudah muak dengan sikap dan sifatnya, aku lelah dengan semua permainan dia, tapi saat itu dia malah memberiku cincin bertuliskan namanya, membuatku bingung harus bagaimana. Tapi beberapa hari kemudian, cincin pemberiannya itu aku buang, aku tidak mau terus terikat dalam penderitaan.

Waktu terus berputar, dan aku masih terus berada dalam dunia kelam terikat hubungan dengan Mr. V, tapi disisi lain rere masih terus mengisi hari hariku dengan perhatiannya. Sampai tiba suatu malam, Mr.V online di facebook dan kita chatting bicara seperti biasa, kemudian dengan refleks aku mengetik
“yank, aku lagi suka sama temen sekelas aku..hehe”  (aku langsung merasa lega bisa jujur tentang itu ke dia)
“yaudah kenapa gak jadian aja..?!” dia membalas dengan nada marah.
“maaf yaa yank, aku gabisa bohongin perasaan aku, aku terlanjur sayang sama dia, lebih besar daripada aku sayang kamu” (aku jujur sambil netesin airmata karna aku takut perasaan ini tak terbalaskan seperti yang aku rasakan dengan Mr.V)
“aku gamau kehilangan kamu... nanti aku mau ketemu sama orangnya” (dia bilang seperti itu, kalimat andalannya keluar)
Kami pun off dan aku melanjutkan sms dengan Rere, sebelum tidur aku ingin menyelesaikan semua kegundahan hatiku, aku jujur juga ke Rere, sebelum tidur aku mengakhiri pembicaraan ke Rere dengan

“Lek, gue mau jujur ke lo, GUE SUKA SAMA LO..... !!!!”

Malam itu mungkin aku terlihat seperti gadis polos yang tidak bisa berbohong dan blak blakkan jujur apa adanya dengan 2 laki laki itu. Semalaman aku tidak bisa tidur, sesekali aku meneteskan air mata, aku takut perasaanku bertepuk sebelah tangan. Karena sejauh ini aku tidak pernah melihat tanda tanda kalau dia juga punya rasa yang sama denganku, malah beberapa hari sebelumnya dia bilang kalau dia sudah lama menunggu seseorang dia sangat sayang dengannya, disaat dia cerita itu rasanya airmata ku akan tumpah membasahi pipi, sakit sekali membaca dia sudah menyayangi seseorang. Aku merasa semuanya akan percuma.
Keesokan harinya, dia meminta untuk ngobrol denganku, tanpa basa basi dia mengucapkan kata kata yang membuat aku terharu dan bahagia

“Lek, gue juga suka sama lo, gabisa berhenti mikirin lo...”

Aku sangat bahagia mendengar kata kata itu, walaupun dengan berat hati aku harus menggantung dia dulu, karena hubunganku dengan Mr. V belum berakhir. Dengan sabar dan rendah hati, Rere mau menunggu itu semua. Setelah itu, dia mengajakku untuk melihat teman teman sekelas main futsal, aku menemani dia sampai sore, saat pulang kami membicarakan hal itu lagi, aku sangat merasa tidak enak dengan rere, kasian dia.

Besoknya, kami libur kuliah karena hari itu hari minggu, aku pergi bersama keluarga ke mall di bekasi, saat perjalanan pulang setelah berbelanja, Mr.V mengirim message di FB, dia menanyakan bagaimana aku dengan rere, dan disaat itu, aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan dia, aku ungkapkan semuanya, aku jujur semuanya. Lega sekali rasanya aku bisa lepas dari dia, aku bahagia. Dan sekarang aku SINGLE :D

Keesokkannya saat di kampus saat menunggu dosen masuk, rere duduk disampingku dan menanyakan tentang hubungan kami. Dengan senangnya aku memberitau kalau aku sudah FREE, aku sudah tidak punya hubungan dengan siapa siapa, dan aku memutuskan untuk bernafas sejenak untuk merasakan kebahagiaan dengan status single  ku dan akan meresmikan hubungan aku dan rere nanti.

Hari hari berlalu, semakin hari semakin dekat hubungan kami, semakin dalam perasaanku untuknya. Sampai tiba di tanggal 11 November 2011, kami pun resmi berpacaran (waktu itu resminya di lab fisika waktu prktikum fisika dasar). Bahagia bukan main, aku dan dia sudah melalui masa masa perjuangan sebelum akhirnya kami bisa sebahagia ini.

Dia adalah pria yang baik hati, perhatian, penyayang, penyabar, lucu, setia, romantis, dan selalu bisa membimbingku. Dia memang bukan pacar pertama ku, tapi dia menjadi Cinta Pertama ku, karena dia yang sudah mengajarkanku Cinta, merasakan indahnya cinta, merasakan bagaimana kta harus bersabar demi kebahagiaan dalam Cinta. Dia terbaik, aku bersyukur sekali di anugerahi dia, baru dengannya lah aku merasakan semua keindahan ini.
Terimakasih cinta, aku ingin terus menjagamu agar selalu abadi di dalam hidupku dan hatiku....

Ingin ku jadikan kau seperti rembulan
Kukagumi dalam keheningan malam
Berbicang-bicang bersamamu
Seperti ku melamun dalan keindahanmu
Inginku menatapmu selamanya
Dikala semua orang telah tertidur lelap
Agar tak ada benci yang memagari kekagumanku padamu
Agar tak ada rindu dihati sepiku
Inginku jadikan kau seperti rembulan
Yang indah berseri dibisikan malam
Berselimut awan-awan biru kelam
Cinta, teruslah bersinar dalam gelap
Menerangi hatiku, hatiku yang gelap tanpa hadirmu





 R E F I   D A M A G U S T


4 comments: